FAKULTAS PERTANIAN UNPATTI CANANGKAN DIES NATALIS KE-63, PERKUAT KOMITMEN INOVASI PERTANIAN UNTUK KEDAULATAN PANGAN BERKELANJUTAN

AMBON – Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) secara resmi mencanangkan peringatan Dies Natalis ke-63 pada Jumat, 6 November 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang pengabdian Fakultas Pertanian sekaligus memperkuat komitmen dalam mendorong inovasi dan akselerasi pembangunan pertanian, khususnya di wilayah kepulauan.

Mengusung tema “63 Tahun Berinovasi dalam Akselerasi Pertanian untuk Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”, pencanangan Dies Natalis ke-63 ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr. Piter Kakesina, S.Pd., M.Si., yang mewakili Rektor Universitas Pattimura, Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. A. E. Pattiselanno, M.Si., para Wakil Dekan, Ketua Senat Fakultas Pertanian, para Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, alumni, serta undangan lainnya dari lingkungan Universitas Pattimura.

Dalam sambutannya, Ketua DPC IKAPATTI Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Ilham Tauda, S.P., M.Si., yang mewakili Ketua Umum DPP IKAPATTI, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pencanangan Dies Natalis ke-63. Ia menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, tetapi merupakan penegasan komitmen Fakultas Pertanian untuk terus berinovasi dan mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem pangan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dampak perubahan iklim yang turut memengaruhi produktivitas pertanian di Maluku. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kekeringan, keterbatasan sumber daya air, kebakaran hutan dan lahan, kerusakan ekosistem, hingga gagal panen dan terganggunya kalender tanam.

Oleh karena itu, Fakultas Pertanian diharapkan terus mengembangkan inovasi pertanian modern yang adaptif dan berbasis potensi sumber daya lokal. Ia juga mengajak seluruh alumni, khususnya alumni Fakultas Pertanian, untuk mengambil bagian sebagai agen transformasi melalui kontribusi nyata, penguatan kemitraan, dan kolaborasi dalam mendukung kemajuan fakultas.

Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis ke-63, Dr. Paulus Melkianus Puttilehalat, S.P., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa perjalanan 63 tahun Fakultas Pertanian merupakan bukti panjang karya, perjuangan, pengabdian, dan kontribusi dalam mencetak sumber daya manusia, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta mendukung pembangunan pertanian, khususnya di wilayah kepulauan.

Ia menjelaskan bahwa pencanangan ini bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memperingati usia fakultas, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, membangun kolaborasi, serta menumbuhkan semangat berkarya di antara seluruh keluarga besar Fakultas Pertanian.

Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-63, panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan yang melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup kegiatan akademik, perlombaan, sosial, promosi, dan kegiatan kebersamaan, di antaranya lomba karya tulis, debat Bahasa Inggris, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), lomba video, lomba “Seberapa Ambonkah Anda?”, serta lomba tari kreasi. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan bermuara pada acara puncak Dies Natalis ke-63 yang dijadwalkan berlangsung pada 16 November 2026.

Secara khusus, dalam kegiatan pencanangan juga dilaksanakan penanaman dan perbanyakan tanaman hias melalui teknik stek. Kegiatan ini memiliki makna filosofis bahwa sebagaimana tanaman membutuhkan perawatan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, demikian pula Fakultas Pertanian membutuhkan komitmen, kepedulian, inovasi, dan kreativitas seluruh sivitas akademika untuk terus bertumbuh dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. A. E. Pattiselanno, M.Si., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir serta memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pencanangan Dies Natalis ke-63. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik hingga acara puncak, sekaligus menjadi kesempatan bagi seluruh keluarga besar fakultas untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap institusi.

Pada kesempatan tersebut, Dekan juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga semangat, motivasi, dan partisipasi aktif dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis.

Sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan pencanangan disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Pattimura, Prof. Dr. Piter Kakesina, S.Pd., M.Si., yang hadir mewakili Rektor Universitas Pattimura. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa usia 63 tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan kematangan Fakultas Pertanian sebagai salah satu bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di Universitas Pattimura.

Ia mengingatkan bahwa peringatan Dies Natalis hendaknya tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin tahunan, tetapi perlu dimaknai sebagai momentum untuk membangun kesadaran, rasa memiliki, dan tanggung jawab bersama dalam memajukan fakultas.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menerjemahkan semangat inovasi ke dalam tindakan nyata. Dengan dukungan sumber daya manusia dan potensi yang dimiliki, seluruh sivitas akademika diharapkan mampu membangun kolaborasi serta menghasilkan berbagai terobosan di bidang pertanian guna menjawab tantangan pembangunan pertanian dan memperkuat kedaulatan pangan.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum secara resmi membuka dan mencanangkan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-63 Fakultas Pertanian Universitas Pattimura.

Melalui pencanangan Dies Natalis ke-63 ini, Fakultas Pertanian Universitas Pattimura diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif, dan berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pembangunan pertanian berkelanjutan. Semangat 63 tahun pengabdian menjadi landasan untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berinovasi demi mewujudkan kedaulatan pangan serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven − six =