Kuliah Umum Faperta Unpatti Bahas Masa Depan Pertanian Maluku Berbasis Inovasi, Hilirisasi, Kedaulatan Pangan, dan Data.

Ambon, 3 September 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Faperta Unpatti) menggelar Kuliah Umum Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis, 3 September 2026, bertempat di Auditorium Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa, para dosen, serta pimpinan Fakultas Pertanian.

Mengusung tema “Pertanian Maluku Masa Depan: Inovasi, Hilirisasi, Kedaulatan Pangan, dan Transformasi Berbasis Data Menuju Indonesia Emas 2045,” kuliah umum ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memahami arah dan tantangan pembangunan pertanian Maluku di tengah perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan pasar, serta tuntutan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Dr. Jomima M. Tatipikalawan, S.Pt., M.P. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber yang telah hadir dan memberikan kontribusi pemikiran bagi mahasiswa Fakultas Pertanian.

Kuliah umum tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Ir. Ilham Taud, S.P., M.Si., Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, serta Maritje Pattiwaellapia, S.E., M.Si., Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku. Kehadiran kedua narasumber diharapkan dapat memberikan perspektif yang komprehensif kepada mahasiswa, baik dari sisi pembangunan sektor pertanian maupun pemanfaatan data dalam mendukung kebijakan dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Dr. Jomima menjelaskan bahwa tema kuliah umum yang diangkat sangat relevan dengan kondisi dan kebutuhan pembangunan pertanian Maluku saat ini. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi harus diarahkan pada penguatan inovasi, pemanfaatan teknologi, hilirisasi produk, pengembangan pasar, serta penguatan kedaulatan pangan.

“Pertanian tidak hanya berbicara tentang produksi. Saat ini kita harus berbicara tentang inovasi, teknologi, hilirisasi, pasar, dan yang paling penting adalah pangan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa perubahan paradigma tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa Fakultas Pertanian. Sebagai generasi penerus pembangunan pertanian di Maluku, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu berpikir kritis, adaptif, inovatif, dan responsif terhadap berbagai perubahan yang terjadi di sektor pertanian.

Lebih lanjut, Wakil Dekan Bidang Akademik mengajak mahasiswa baru untuk mengikuti kegiatan kuliah umum dengan serius dan aktif. Mahasiswa didorong untuk menyimak berbagai gagasan yang disampaikan oleh narasumber serta berani mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan selama sesi diskusi.

“Mahasiswa harus menjadi bagian yang aktif dalam melanjutkan perjuangan dan perkembangan pertanian di Provinsi Maluku,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa memiliki wawasan yang luas mengenai perkembangan pertanian, khususnya dalam menghadapi era transformasi digital dan kebutuhan pembangunan berbasis data. Menurutnya, kemampuan memahami dan menggunakan data akan menjadi salah satu kompetensi penting dalam merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan pertanian di masa depan.

Dengan menghadirkan perspektif pemerintah daerah dan statistik pembangunan, kuliah umum ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai kondisi faktual sektor pertanian Maluku sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya inovasi dan pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan.

Kegiatan Kuliah Umum Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Fakultas Pertanian Universitas Pattimura dalam membekali mahasiswa baru dengan wawasan strategis sejak awal masa perkuliahan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu melihat pertanian bukan hanya sebagai sektor produksi, tetapi sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi, ketahanan dan kedaulatan pangan, pengembangan sumber daya manusia, serta pencapaian Indonesia Emas 2045.

Menutup sambutannya, Dr. Jomima menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku dan Kepala BPS Provinsi Maluku sebagai narasumber.

Kuliah umum kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan sesi diskusi interaktif bersama mahasiswa, sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman dan perspektif baru mengenai masa depan pertanian Maluku yang inovatif, produktif, berdaya saing, berdaulat pangan, serta berbasis data dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − 10 =