Peternakan

[otw_shortcode_tabslayout tabs=”7″ tab_1_title=”Sejarah” tab_1_content=”

Sejarah perkembangan Jurusan dan Program Studi Peternakan diawali ketika adanya tuntutan kebutuhan bagi perkembangan dunia pendidikan di Maluku. Masyarakat di Maluku ketika itu semakin sadar bahwa pendididkan adalah unsur yang sangat penting bagi peningkatan derajat dan kwalitas hidup sebagai anak bangsa demi peningkatan pembangunan nasional secara umum. Berdasarkan kesadaran tersebut maka lahirlah sebuah prakarsa dari beberapa tokoh masyarakat di Maluku untuk mendirikan suatu Lembaga Pendidikan Tinggi di Maluku. Pendirian Lembaga ini dimotori oleh Alm. dr. J.B. Sitanala.

Dr. J.B. Sitanala adalah sosok seorang dokter yang sangat berjasa dalam bidang kemasyarakatan dan pendidikan di Maluku. Motivasi dan keinginan yang tinggi untuk mengembangkan dunia pendidikan di Maluku akhirnya dapat terwujud dengan dibentuknya yayasan Perguruan Tinggi Maluku Irian Barat pada tanggal 20 Juli 1955, dan diketuai oleh Bapak Cornelis Loppies.

Dalam perkembangannya, tanggal 3 Oktober 1956, yayasan ini berhasil mendirikan Fakultas Hukum. Waktu berdirinya Fakultas Hukum ini kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya Universitas Pattimura. Lebih lanjut, pada tanggal 6 Oktober 1959 didirikanlah Fakultas Sosial dan Ilmu Politik dan 10 September 1961 didirikan pula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Agar semua fakultas yang ada boleh terhimpun dalam sebuah universitas negeri, maka syaratnya adalah harus terdapat minimal dua fakultas eksakta. Keinginan tersebut kemudian dipenuhi dengan didirikannya Fakultas Pertanian Kehutanan dan Fakultas Peternakan pada tahun 1963. Kedua fakultas tersebut diresmikan pada tanggal 1 September 1963. Dengan berdirinya kedua fakultas eksata ini maka terpenuhilah persyaratan untuk menidirikan Perguruan Tinggi Negeri di Maluku yang secara resmi disahkan dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 66 tahun 1963 dengan nama Universitas Pattimura.

Fakultas Peternakan dalam perkembangannya sejak lahir, mengalami peralihan kepemimpinan sebanyak 5 (lima) kali dengan hanya satu jurusan yaitu Jurusan Peternakan. Periode kepemimpinannya masing-masing sebagai berikut:

Tahun 1963-1966 dipimpin oleh drh. Letnan Soeharjo.

Tahun 1966-1969 dipimpin oleh dr. Paliyama

Tahun 1969-1972 dipimpin oleh drh. L.D. Wairissal

Tahun 1972-1975 dipimpin oleh drh. Hattu dan,

Tahun 1975-1978 dipimpin oleh Ir. S.P. Telussa. MS.

Pada tahun 1978-1981, Fakultas Peternakan kemudian mengalami perkembangan menjadi 2 jurusan yaitu Jurusan Peternakan dengan Ketua Jurusan Ir. N. Soukotta dan Jurusan Perikanan dengan Ketua Jurusan Bapak Ir. N. Nanlohi. Dengan diadakannya Jurusan Perikanan dalam Fakultas Peternakan, maka Fakultas Peternakan kemudian berubah statusnya menjadi Fakultas Peternakan/Perikanan dengan Dekannya Bapak drh. L.D. Wairissal.

Selanjutnya pada tahun 1981-1984, Fakultas Peternakan/Perikanan dipimpin oleh Ir. S.P. Telussa dan pada tahun 1985 Jurusan Peternakan resmi berintegrasi ke dalam Fakultas Pertanian dibawah kepemimpinan Ir. J.J. Tuhumury, sedangkan Jurusan Perikanan berubah statusnya menjadi Fakultas Perikanan dibawah pimpinan drh. L.D. Wairissal sebagai Dekan. Pada tahun tersebut, Jurusan Peternakan memiliki satu PS yakni PS Peternakan yang kemudian pada tahun 1996. berubah statusnya menjadi Program Studi Produksi Ternak dengan SK. Dirjen Pendidikan Tinggi No. 238/DIKTI/Kep/1996. Program Studi ini pada awal pendiriannya memiliki 4 minat, masing-masing minat nutrisi dan makanan ternak, minat produksi ternak, minat reproduksi dan pemuliaan ternak serta minat sosial ekonomi. Minat Nutrisi dan Makanan Ternak pada awal tahun 2002 ditetapkan menjadi Program Studi sedang ke-3 minat yang lainnya tetap di dalam Program Studi Produksi Ternak; namun berdasarkan Keputusan Dirjen Dikti Departemen Pendikan Nasional No. 163/U/Dikti/Kep/2007 tentang Penataan dan Kodifikasi Program Studi Pada Perguruan Tinggi dan hasil pertemuan Dekan-Dekan Fakultas Peternakan se Indonesia 2005, progran studi Nutrisi dan Makanan Ternak kembali diintegrasikan ke dalam Program Studi Produksi Ternak dan kemudian mengalami perubahan nama menjadi Program Studi Peternakan.

Program studi Peternakan memiliki 35 dosen dengan spesifikasi tingkat pendidikan sebagai berikut: spesifikasi S2 sebanyak 24 orang (68,57%) dan S3 sebanyak 11 orang (31.42%),  20rang Guru Besar dan yang  (5.71 % ) sementara sedang mengikuti studi lanjut untuk program S3 sebanyak 3 orang.

Saat ini Program Studi Peternakan didukung dengan fasilitas Laboratorium yang cukup memadaiuntuk mendukung pelaksanaan proses pembelajaran, diantaranya  Lab. Ilmu-Ilmu Dasar (Kimia, Biologi, Bahasa Inggris) yang dikoordinasikan oleh Universitas Pattimura, Lab. Produksi Ternak, Lab. Nutrisi dan Makanan Ternak, Lab. Tehnologi Hasil Ternak dibawah kordinasi Juryusan Dan Fakukltas dan Lab. Kesehatan Hewan dan Karantina Hewan milik Dinas Pertanian Provinsi Maluku dan 5 Unit Perkandangan (Kandang Kambing 1 buah, Kandang Sapi 1 buah, Kandang Unggas 2 buah dan Kandang Kelinci 1 buah).

” tab_2_title=”Visi” tab_2_content=”

Menjadi pusat pembelajaran, pengkajian, pengembangan dan penerapan IPTEKS yang unggul di bidang peternakan berbasis sumber daya  wilayah kepulauan spesifik pulau-pulau kecil pada tahun 2023.

” tab_3_title=”Misi” tab_3_content=”

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk membentuk para lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, berkepribadian bangsa Indonesia dan yang mengenali masyarakat dan budaya wilayah kepulauan spesifik pulau-pulau kecil.
  2. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk membentuk sumber daya manusia yang mampu dan mandiri dalam mengembangkan, menerapkan dan memperluas bidang manajemen sains dan teknologi Wilayah kepulauan  spesifik pulau-pulau kecil di bidang produksi peternakan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

” tab_4_title=”Tujuan” tab_4_content=”

  1. Mengembangkan dan memperkuat pendidikan dan pengajaran yang mengarah pada penciptaan sumber daya manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengembangkan dan memperkuat pendidikan dan pengajaran yang mengarah pada penciptaan sumber daya manusia yang mengenali lingkungan dan budaya masyarakat wilayah kepulauan spesifik pulau-pulau kecil.
  3. Mengembangkan dan memperkuat pendidikan dan pengajaran yang mengarah pada penciptaan sumber daya manusia yang mandiri dalam menerapkan dan memperluas manajemen sains dan teknologi bidang peternakan secara luas wilayah kepulauan spesifik pulau-pulau kecil.

” tab_5_title=”Sasaran” tab_5_content=”

  1. Terciptanya Sumber Daya Manusia yang yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Terciptanya Sumber Daya Manusia yang mengenali lingkungan dan budaya masyarakat wilayah kepulauan spesifik pulau-pulau kecil untuk mengembangkan bidang peternakan di wilayah Timur Indonesia
  3. Terciptanya Sumber Daya Manusia yang mandiri dalam mengembangkan, menerapkan dan memperluas manajemen sains dan teknologi bidang peternakan, wilayah kepulauan spesifik pulau-pulau kecil.

” tab_6_title=”Strategi” tab_6_content=”

  1. Diakomodirnya sasaran tersebut dalam Program Pengembangan Program Studi dalam menjalankan fungsi Tri Darma pertguruan Tinggi : Pendidikan, penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
  2. Diakomodirnya sasaran tersebut pada Kurikulum Pendidikan Tinggi berbasis KKNI tersebut sebagai acuan pelaksanaan kegiatan akademik pada Program Studi maupun Jurusan Peternakan.

” tab_7_title=”Profil Lulusan” tab_7_content=”

Berdasarkan Hasil pertemuan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI) di Universitas Halueleo, Kendari 16 – 17 Februari 2015, maka  diputuskan bahwa Profil Lulusan Sarjana Program Studi Peternakan se-Indonesia adalah :

  1. Manajer atau pemimpin pada suatu perusahaan atan instansi baik pemerintah maupun swasta
  2. Enterpreunur atau membangun dan usaha bidang peternakan baik usaha sendiri atau bergabung dalam suatu kelompok
  3. Community Leader, menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan di masyarakat dalam bidang peternakan atau bidang terkait lainnya
  4. Penerap dan Pengembang Ilmu, menguasai ilmu pengetahuan dasar bidang peternakan dan memulai mengembangkan teknologi inovasi bidang peternakan

“][/otw_shortcode_tabslayout]



Sumber: Kepala Sub Bagian Registrasi dan Statistik Universita Pattimura