FAPERTA – Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Pattimura (UNPATTI) telah membuka Program Studi (PS) Pemuliaan Tanaman, berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 223/KPT/I/2017 tentang Izin Pembukaan Program Studi Pemuliaan Tanaman Program Sarjana pada UNPATTI di Ambon.

Program studi (PS) ini merupakan satu-satunya PS starata 1 di Indonesia dalam bidang pemuliaan tanaman yang menyiapkan sumber daya manusia dengan kompetensi merencanakan, merancang, menganalisis, dan menerapkan IPTEKS untuk Perbaikan Tanaman (crop improvement) di wilayah kepulauan dan kontinental. Spesifikasi dan keunggulan PS ini terletak pada kompetensi lulusan yang dapat menghasilkan varietas unggul dan memproduksi benih bersertifikat untuk mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah kepulauan dan kontinental.

Ruang lingup PS ini meliputi: (1) konservasi genetik tanaman, bertalian dengan eksplorasi dan koservasi plasma nutfah, (2) genetika dan pemuliaan tanaman, bertalian dengan merakit dan mengembangkan varietas unggul, (3) bioteknologi tanaman, bertalian dengan merekayasa genetika tanaman dan mikroba yang ramah lingkungan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi kebutuhan masa kini dan akan datang, dan (4) produksi benih, bertalian dengan memproduksi benih bersertifikat yang menjamin hak kepemilikan pemulia tanaman atas suatu varietas dan mendukung agronomi tanaman di wilayah kepulauan dan kontinental.

Pemuliaan tanaman merupakan seni dan ilmu merakit keragaman genetik menjadi varietas/ tanaman baru untuk memenuhi kebutuhan manusia. Penciptaan keragaman genetik melalui pendekatan konvensional maupun bioteknologi. Pemuliaan tanaman & bioteknologi bertujuan: (1) menjamin kecukupan pangan bagi manusia dengan menghasilkan varietas berdaya hasil tinggi, tahan/toleran cekaman biotik dan abiotik, dan sesuai dengan agroekosistem suatu wilayah, (2) menghasilkan varietas tanaman dengan karakteristik penampilan dan kualitas gizi yang dibutuhkan, (3) menghasilkan varietas tanaman ideotype untuk mempermudah pengendalian gulma, hama dan penyakit serta pemanenan. (4) menghasilkan produksi metabolit sekunder dari mikroba berguna seperti dalam industri farmasi (biofarmasi), wangi-wangian, flavour, pewarna, stimulan, tonik, insektisida, pemanis dan lain-lain. Pemulia tanaman memiliki hak atas varietas yang dihasilkannya, dan mempertahankan kemurnian genetik varietas itu untuk mendukung produksi benih bersertifikat. Dengan demikian Pemuliaan Tanaman & Bioteknologi dapat menjawab masalah produksi pertanian klasik dan kebutuhan masa depan di wilayah kepulauan dan kontinental.

Lulusan SMA yang dapat diterima adalah dari jurusan IPA dan SMK Pertanian. Kurikulum PS Pemuliaan Tanaman meliputi 145-148 SKS, yang dapat diselesaikan dalam 4 tahun. Lulusan PS Pemuliaan Tanaman memiliki kompetensi yang handal sebagai Peneliti, Pelaku Bidang Pertanian, Pendidik, dan Pelaku Usaha, pada instansi pemerintah, swasta dan LSM. Tenaga pendidik terdiri atas 2 orang Guru Besar bergelar Doktor, 6 orang Doktor, 4 orang Magister Sains, dua orang diantaranya sedang mengikuti studi lanjut di SPs IPB Bogor.

Sarana dan prasarana yang tersedia di FAPERTA UNPATTI untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan penelitian meliputi ruang kuliah, ruang diskusi, ruang seminar dan ujian; rumah kaca, laboratorium Bioteknologi & Kultur Jaringan Tanaman, Genetika & Pemuliaan Tanaman, dan Teknologi Benih. Proses belajar ditunjang dengan fasilitas komputer dan internet gratis.

Penerimaan mahasiswa di UNPATTI melalui 3 jalur. Pada tahun akademik 2017/2018, untuk PS Pemuliaan Tanaman hanya dapat dilakukan melalui Jalur Mandiri yang akan dibuka pendaftarannya pada tanggal 17 Mei s.d. 22 Juni 2017, dan ujian pada tanggal 5 Juli 2017.

Kontak dan Informasi:

Fakultas Pertanian Unpatti Ambon, Telp. (0911)322499, (0911)322708

email: pbt_unpatti@yahoo.com; website: www.faperta.unpatti.ac.id

Contact Person:

Dr. Ir. Edizon Jambormias, M.Si.

email:  edizon.jambormias@faperta.unpatti.ac.id

No. Hp.: 085343463531

Fakultas Pertanian Buka Program Studi Pemuliaan Tanaman
Tagged on: